Sama Seperti Kemarin

1 comment :
Hampir satu bulan kurang 4 hari saya nggak update tulisan diblog, mungkin karena terlalu sibuk kerja, tapi sebenarnya sih kerjaannya nggak bikin sibuk, cuma sayanya sendiri yang pura - pura sok sibuk, selain kerjaan kan saya juga lagi membangun usaha sama teman - teman sekolah dulu, bukan cuma satu, tapi ada dua yang harus dibesarkan, sekarang merangkak saja belum bisa, kita semua akan nikmatin proses ini.

Mumpung masih muda, kenapa nggak saya dan teman - teman memanfaatkan skill yang ada, karena sebelumnya kita sama - sama satu jurusan, sebenarnya keduanya ini nggak mungkin sepenuhnya terurus, karena kesibukkan kita masing - masing, ada yang kuliah, ada yang kerja, tapi tetap hati kita ingin berdiri bersama - sama, nggak lupa buat berdoa, semoga dilancarkan, amin.

Di entri ini, saya nggak akan bahas - bahas soal politik, sosial, ekonomi maupun budaya, lagian bukan kapasitas saya mengutarakan tulisan - tulisan seperti itu, hanya sekedar tertarik dan hanya sekedarnya saja yang saya bagikan kalau pun saya menulis hal - hal tersebut, mungkin saya harus banyak belajar tentang materi seperti itu.

Air, Udara, Tanah, Api dan Gratis

4 comments :
Air, udara, tanah dan api merupakan elemen yang dipelajari oleh Aang di film The Legend Of Aang;安昂, Avatar. Aang sendiri merupakan generasi terakhir dari elemen udara, Avatar: The last Airbender, dia ditakdirkan mendamaikan dunia, tapi saat dunia membutuhkan, dia (Avatar) menghilang. Film ini merupakan salah satu film kesukaan saya, film ini pun merupakan film yang sangat memberi saya banyak pelajaran, setiap apa yang dipelajari oleh Aang saya sendiri merasa terkagum-kagum padahal hanya sebuah film animasi, salah satu pelajaran terbesar dari film tersebut adalah, Aang nggak mempelajari hal tersebut, karena Aang dan Saya nggak se-Akidah, Yaiyalah -_-.

Apa yang saya pelajari dan yang Aang nggak pelajari adalah dari mana elemen tersebut, nggak mungkin semua elemen yang dipelajari Aang tiba-tiba tercipta, apakah segratis itu? Baiklah, mungkin Aang tercipta sebagai "manusia" dengan kemampuan dapat mengendalikan semua elemen tersebut, sedangkan saya hanya penonton didepan layar tv setiap minggu pagi, sehingga terlalu sibuk kalau ingin harus memikirkan sampai situ, padahal dalam episode "meditasi" untuk membuka semua cakra sampai ketingkat ketujuh, sama sekali nggak ada tahap mempelajari bagaimana dirinya tercipta dan elemen yang ada didalam alam semesta ini tercipta, bahkan yang terakhir Aang disuruh untuk rela melepaskan orang yang dia sayang, dalam hal ini Aang mencintai Katara: Katara;卡塔拉 is a waterbending master, dalam tahap ini Aang harus beberapa kali mengulang meditasinya, karena menurut Aang ini agak susuah.

Manja

6 comments :
Kalau boleh jujur, lebih enak jadi anak kecil, mau apa - apa pasti dituruti, mau ini ada, mau itu ada, ngambek sedikit pasti di-manja - manja, nangis sedikit pasti di-gendong, pokoknya jadi anak kecil itu menyenangkan, yang paling especialy dosa pun belum membebani, tanggung jawab anak kecil cuma ada pada doa yang setiapkali dilangitkan oleh kedua orang tua nya, meski anak itu belum tahu, tapi pasti akan tahu juga, karena akan ada waktu yang mengabarkan dan usia yang akan menegur sudah sejauh mana tanggung jawab anak ini.

Anak kecil ini sekarang sudah berusia dewasa, nggak akan mungkin terus - menerus bermanja-manja diatas pangkuan ibunda dan ayahandanya, nggak mungkin, karena waktunya sudah bukan lagi untuk bermanja-manja, karena usianya sudah nggak tepat lagi untuk bermanja-manja, seiring berjalannya waktu anak kecil ini akan beranjak dewasa, terlihat dari postur tubuhnya, tercatat dari garisan takdir berupa usia yang setiap tahunnya berkuran.

Seharusnya bukan hanya usianya yang berhak mendewasakan diri, tapi hak diri manusia mendewasakannya dengan cara segala apa yang masih belum pantas tapi masih tetap dilakukan di usia sekarang, sebuah pembelajaran diri dari kesalahan yang telah lalu adalah cerminan bagaimana seharusnya sebuah makhluk dapat merubah diri dan sanggup hingga merubah lingkungan, action nya adalah nggak akan mengulang kesalahan dan tetap jatuh dilubang yang sama.

Semesta Mengindahkan Kita

2 comments :
Seperti sebab akibat, bahwa apa yang kita lakukan adalah apa yang akan kita dapat nantinya, begitu pun alam semesta yang maha luas ini, apa yang kita pancarkan kepada semesta dan saat itu pula lah alam semesta mengindahkan nya, beberapa waktu lalu pada acara talkshow dan acara kajian agama, kedua acara tersebut sama-sama mengatakan "Nasib yang kita jalani, adalah apa yang sebelumnya kita pancarkan pada semesta, karena pada saat apa yang kita lakukan terhadap dan terlihat oleh semesta, saat itulah semesta mengindahkannya".

Tapi tentu, semua isi dan apapun yang ada di dalam alam semesta yang maha luas ini adalah 'Ada karena Allah sang Maha Kuasa, berikut; Rabb, Malik, Illah. Nggak ada yang lebih mengindahkan daripada campur tangan dan RidhoNya.
Seperti saya ada karena saya sendiri sanggup, saat itulah takdir saya mulai terbentuk, untuk sampai kapan saya hidup, untuk apa hidup saya digunakan selama saya hidup, saat itu semesta telah menyaksikan kelahiran sang anak manusia, dan saat apa yang dilakukan manusia, kemudian semesta akan mengindhkan apa yang telah manusia intuisikan kepada seluruh tubuh yang kemudian membentuk sebuah pergerakan pertahanan agar kita sebagai seorang manusia mampu terus bertahan hidup, kemudian semesta mengindahkannya.