Manja

No comments :
Kalau boleh jujur, lebih enak jadi anak kecil, mau apa - apa pasti dituruti, mau ini ada, mau itu ada, ngambek sedikit pasti di-manja - manja, nangis sedikit pasti di-gendong, pokoknya jadi anak kecil itu menyenangkan, yang paling especialy dosa pun belum membebani, tanggung jawab anak kecil cuma ada pada doa yang setiapkali dilangitkan oleh kedua orang tua nya, meski anak itu belum tahu, tapi pasti akan tahu juga, karena akan ada waktu yang mengabarkan dan usia yang akan menegur sudah sejauh mana tanggung jawab anak ini.

Anak kecil ini sekarang sudah berusia dewasa, nggak akan mungkin terus - menerus bermanja-manja diatas pangkuan ibunda dan ayahandanya, nggak mungkin, karena waktunya sudah bukan lagi untuk bermanja-manja, karena usianya sudah nggak tepat lagi untuk bermanja-manja, seiring berjalannya waktu anak kecil ini akan beranjak dewasa, terlihat dari postur tubuhnya, tercatat dari garisan takdir berupa usia yang setiap tahunnya berkuran.

Seharusnya bukan hanya usianya yang berhak mendewasakan diri, tapi hak diri manusia mendewasakannya dengan cara segala apa yang masih belum pantas tapi masih tetap dilakukan di usia sekarang, sebuah pembelajaran diri dari kesalahan yang telah lalu adalah cerminan bagaimana seharusnya sebuah makhluk dapat merubah diri dan sanggup hingga merubah lingkungan, action nya adalah nggak akan mengulang kesalahan dan tetap jatuh dilubang yang sama.

Semesta Mengindahkan Kita

2 comments :
Seperti sebab akibat, bahwa apa yang kita lakukan adalah apa yang akan kita dapat nantinya, begitu pun alam semesta yang maha luas ini, apa yang kita pancarkan kepada semesta dan saat itu pula lah alam semesta mengindahkan nya, beberapa waktu lalu pada acara talkshow dan acara kajian agama, kedua acara tersebut sama-sama mengatakan "Nasib yang kita jalani, adalah apa yang sebelumnya kita pancarkan pada semesta, karena pada saat apa yang kita lakukan terhadap dan terlihat oleh semesta, saat itulah semesta mengindahkannya".

Tapi tentu, semua isi dan apapun yang ada di dalam alam semesta yang maha luas ini adalah 'Ada karena Allah sang Maha Kuasa, berikut; Rabb, Malik, Illah. Nggak ada yang lebih mengindahkan daripada campur tangan dan RidhoNya.
Seperti saya ada karena saya sendiri sanggup, saat itulah takdir saya mulai terbentuk, untuk sampai kapan saya hidup, untuk apa hidup saya digunakan selama saya hidup, saat itu semesta telah menyaksikan kelahiran sang anak manusia, dan saat apa yang dilakukan manusia, kemudian semesta akan mengindhkan apa yang telah manusia intuisikan kepada seluruh tubuh yang kemudian membentuk sebuah pergerakan pertahanan agar kita sebagai seorang manusia mampu terus bertahan hidup, kemudian semesta mengindahkannya.

Beri Cinta Pelajaran

No comments :
Membahas cinta, memang nggak ada habisnya, setiap kali cinta dibahas bisa menyangkut masa depan, harga diri, dan hubungan antara manusia dan manusia hingga hubungan manusia dan tuhannya, semua pun butuh ilmunya termasuk tentang cinta, apa sih cinta itu? Kenapa cinta itu begitu prestisius, sampai muncul bulying bagi orang yang belum menemukan pasangan cintanya, di Indonesia biasa dipanggil "Jomblo".

Teringat pelajaran Bahasa Indonesia, "Generalisasi" Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Generalisasi di bagi menjadi Generalisasi Sempurna dan Generalisasi Tidak Sempurna.
Generalisasi Sempurna: Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
 Generalisasi Tidak Sempurna: Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.

Kita biasanya sudah terbiasa jika menyebut air minum bening dalam kemasan dengan nama Aqua, padahal Aqua sendiri adalah nama produk air minum dalam kemasan, meskipun kita tahu bahwa yang tertera didepan kita adalah air minum dalam kemasan dengan merk lain, sesimpel itulah setiap kata penyebut atau sebutan untuk sesuatu.

Idola Baru dan Porsi Baru

2 comments :
Seorang idola nggak lain cuma dari pada paras dan ke-eksotisan dirinya pada setiap tampil di ruang publik, itu yang paling ditunggu oleh seorang penggemar, seorang idola tersebut harus tahu porsinya sebagai apa dan siapa ketika didepan dan dibelakang ruang media publikasi, biasanya lebih kepada personal branding lebih diutamakan saat didepan ruang media publikasi, supaya apa, agar supaya namanya terus dieluh-eluhkan dan tetap mempunyai nama baik, nggak tahu deh kalau dibelakang layar.

Datang yang baru, lupa yang lama, ya memang begitulah hukumnya, ada idola pendatang baru idola yang lama dilupain, presiden baru idola publik atau sosok pemimpin yang didambakan sebuah bangsa, khususnya negeri ini, negeri ini butuh sosok pemimpin yang sudah sejak lama didambakan rakyatnya, pemimpin seperti apa? Pemimpin yang di Idolakan rakyat, di Idolakan sesuai porsi dan sebagai tokoh yang disegani rakyat, tapi friendly juga dengan rakyat. Akankah Presiden Baru kita ini!

Rakyat hanya tahu presiden baru adalah harapan yang lama yang harus segera di realisasikan, presiden baru sebagai Idola baru harus tahu porsinya, bukan hanya sebagai Idola didepan media publikasi, tapi mampu menjadi uswah yang baik didepan dan dibelakang ummah.