Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu

No comments :
Semua manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing, saya pun demikian, karena perbedaan itulah seharusnya kita saling mengenal satu sama lain, kalau nggak begitu, pasti semua orang didunia sama dengan latar belakang yang suma juga, meskipun beda gender, tapi laki-laki dan perempuan mempunyai pandangan hidup yang sama juga, apakah nggak ada masalah yang muncul nantinya, masalahnya ada pada persamaan itu, nggak akan ada solusi yang berbeda dalam menyelesaikan sebuah masalah, persamaan saja merupakan sebuah permasalahan kalau nggak kita sendiri yang masing-masing mengutamakan ego.

Bagaimana dengan semua ini, Tuhan menciptakan semuanya berbeda-beda, manusia yang satu dan yang lain meskipun kembar dalam bentuk fisik, tetapi berbeda pandangan hidup dan penyelesaian suatu masalah, itulah bagaimana kita harus saling mengenal antara satu dengan yang lain.

Dalam hal ini negara Indonesia yang indah ini memiliki moto atau semboyan negara yang super dahsyat yaitu "Berbeda-beda tetapi tetap satu", adalah terjemahan dari Bhineka tunggal ika yang diambil dari frasa bahasa jawa, yang diterjemahkan secara utuh yang kemudian memiliki makna dan merujuk pada hakekat suatu kesatuan sebuah bangsa dan negara, terutama Indonesia yang dinaungi berbagai Ras, Suku, Agama dan kepercayaan.

Candu Gairah Masa Muda

No comments :
Masa muda, masa yang paling sulit dilupakan karena di masa muda kita atau dalam hal ini adalah saya bahasa kerennya "Gue", bisa berbuat apapun sesuka hati dengan atau tanpa aturan yang membatasi atau dibatasi dengan aturan, saya bisa sesuka hati melakukan apapun berbuat apapun meskipun bagi saya itu nggak baik dan merugikan orang banyak, karena yang saya pikir satu, karena hidup cuma sekali sekarang saya berdiri tepat pada masa muda saya yang juga cuma satu kali jadi apapun yang membuat saya senang ya saya lakukan, apapun yang membuat saya bangga ya saya realisasikan, ironisnya itu harus demi kepuasaan masa muda yang mengakibatkan candu dengan dosis tanpa takaran Aqidah (bagi saya penganut Islam).

Katanya kamu mau jadi orang benar mulai besok, tapi mana? Katanya kamu mau membahagiakan orang yang sudah membuat kamu bahagia, tapi kok ingkar! Katanya lagi kamu nggak akan bohong lagi, tapi kok kamu maksa hati kamu untuk ngulangin hal serupa? Ibaratnya ngeroko ya, kata temen malem saya :

"Dulu gue ngeroko cuma kalo lagi sama temen-temen doang atau nggak kalo lagi dijalan, soalnya gue ngerasa nggak enak aja kalo nggak ikutan, tapi kalo dirumah atau kerja, gue nggak pernah menggang tuh roko apalagi ngisep, tapi sekarang gue ngerasain yang namanya kecanduan, roko itu udah menjadi kebutuhan yang pada awanya cuma buat ngetren doang, gue juga pernah janji sama diri gue buat berenti ngabisin duit cuma buat ngebul, tapi gue ingkar".

Do Something

No comments :

Hi! whats up, before I congratulate happy Eid mubarak, taqabbalallahu minna waminkum, sorry for any mistake, hopefully we fasting received, I miss you Ramadhan, I hope to meet again with Ramadhan next year, Insha'Allah.

Forget about Ramadhan, forget the number one, forget the number two, forget the past with the former, but don't forget about your future, don't forget the history of your nation, don't forget about your religion, don't forget our brother fellow creatures of god. Why?

Let's take a look back, what happened with this Ramadhan? What does that mean the number one & two? What to do with the former? True, that we don't forget our future, it's also true that we shouldn't forget the history of our nation, don't forget religion because it also very vital, it's true that we are also fellow creatures of god and should do good to each other.

Tahu Diri di Tempat Berdiri

8 comments :
Tahu diri di tempat berdiri itu maksudnya bukan cuma kalau lagi berdiri saja, terus kalau duduk bebas, apalagi tidur, bukan begitu, maksudnya kalau kita masih sadar sebagai orang berakal dan sehat seharusnya kita tahu etika khususnya untuk diri sendiri dulu, dan kaitannya dengan personal branding atau pencitraan itu tergantung orangnya, tapi memang cukup berkaitan bahkan sangat berkaitan, etika, moral, akhlak itu sangat berkaitan dengan personal branding, personal branding sendiri sangat penting bagi seseorang.

Tapi saya nggak akan membahas tentang personal branding atau pencitraan bahkan harga diri, kalau harga diri itu menurut saya tergantung diri itu sendiri, kalau orang itu bisa menghargai dirinya sendiri, orang lain pun nggak akan melihat rendah diri kita, tapi kalau diri sendiri saja dibiarkan dilecehkan, mungkin penilaian orang akan berbeda juga, "Bisa - bisa kalau kita berteman dengan dia, kita juga nggak akan punya harga diri" just my opinion.