Beri Cinta Pelajaran

No comments :
Membahas cinta, memang nggak ada habisnya, setiap kali cinta dibahas bisa menyangkut masa depan, harga diri, dan hubungan antara manusia dan manusia hingga hubungan manusia dan tuhannya, semua pun butuh ilmunya termasuk tentang cinta, apa sih cinta itu? Kenapa cinta itu begitu prestisius, sampai muncul bulying bagi orang yang belum menemukan pasangan cintanya, di Indonesia biasa dipanggil "Jomblo".

Teringat pelajaran Bahasa Indonesia, "Generalisasi" Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Generalisasi di bagi menjadi Generalisasi Sempurna dan Generalisasi Tidak Sempurna.
Generalisasi Sempurna: Adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
 Generalisasi Tidak Sempurna: Adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.

Kita biasanya sudah terbiasa jika menyebut air minum bening dalam kemasan dengan nama Aqua, padahal Aqua sendiri adalah nama produk air minum dalam kemasan, meskipun kita tahu bahwa yang tertera didepan kita adalah air minum dalam kemasan dengan merk lain, sesimpel itulah setiap kata penyebut atau sebutan untuk sesuatu.

Idola Baru dan Porsi Baru

2 comments :
Seorang idola nggak lain cuma dari pada paras dan ke-eksotisan dirinya pada setiap tampil di ruang publik, itu yang paling ditunggu oleh seorang penggemar, seorang idola tersebut harus tahu porsinya sebagai apa dan siapa ketika didepan dan dibelakang ruang media publikasi, biasanya lebih kepada personal branding lebih diutamakan saat didepan ruang media publikasi, supaya apa, agar supaya namanya terus dieluh-eluhkan dan tetap mempunyai nama baik, nggak tahu deh kalau dibelakang layar.

Datang yang baru, lupa yang lama, ya memang begitulah hukumnya, ada idola pendatang baru idola yang lama dilupain, presiden baru idola publik atau sosok pemimpin yang didambakan sebuah bangsa, khususnya negeri ini, negeri ini butuh sosok pemimpin yang sudah sejak lama didambakan rakyatnya, pemimpin seperti apa? Pemimpin yang di Idolakan rakyat, di Idolakan sesuai porsi dan sebagai tokoh yang disegani rakyat, tapi friendly juga dengan rakyat. Akankah Presiden Baru kita ini!

Rakyat hanya tahu presiden baru adalah harapan yang lama yang harus segera di realisasikan, presiden baru sebagai Idola baru harus tahu porsinya, bukan hanya sebagai Idola didepan media publikasi, tapi mampu menjadi uswah yang baik didepan dan dibelakang ummah.

Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu

2 comments :
Semua manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing, saya pun demikian, karena perbedaan itulah seharusnya kita saling mengenal satu sama lain, kalau nggak begitu, pasti semua orang didunia sama dengan latar belakang yang suma juga, meskipun beda gender, tapi laki-laki dan perempuan mempunyai pandangan hidup yang sama juga, apakah nggak ada masalah yang muncul nantinya, masalahnya ada pada persamaan itu, nggak akan ada solusi yang berbeda dalam menyelesaikan sebuah masalah, persamaan saja merupakan sebuah permasalahan kalau nggak kita sendiri yang masing-masing mengutamakan ego.

Bagaimana dengan semua ini, Tuhan menciptakan semuanya berbeda-beda, manusia yang satu dan yang lain meskipun kembar dalam bentuk fisik, tetapi berbeda pandangan hidup dan penyelesaian suatu masalah, itulah bagaimana kita harus saling mengenal antara satu dengan yang lain.

Dalam hal ini negara Indonesia yang indah ini memiliki moto atau semboyan negara yang super dahsyat yaitu "Berbeda-beda tetapi tetap satu", adalah terjemahan dari Bhineka tunggal ika yang diambil dari frasa bahasa jawa, yang diterjemahkan secara utuh yang kemudian memiliki makna dan merujuk pada hakekat suatu kesatuan sebuah bangsa dan negara, terutama Indonesia yang dinaungi berbagai Ras, Suku, Agama dan kepercayaan.

Candu Gairah Masa Muda

No comments :
Masa muda, masa yang paling sulit dilupakan karena di masa muda kita atau dalam hal ini adalah saya bahasa kerennya "Gue", bisa berbuat apapun sesuka hati dengan atau tanpa aturan yang membatasi atau dibatasi dengan aturan, saya bisa sesuka hati melakukan apapun berbuat apapun meskipun bagi saya itu nggak baik dan merugikan orang banyak, karena yang saya pikir satu, karena hidup cuma sekali sekarang saya berdiri tepat pada masa muda saya yang juga cuma satu kali jadi apapun yang membuat saya senang ya saya lakukan, apapun yang membuat saya bangga ya saya realisasikan, ironisnya itu harus demi kepuasaan masa muda yang mengakibatkan candu dengan dosis tanpa takaran Aqidah (bagi saya penganut Islam).

Katanya kamu mau jadi orang benar mulai besok, tapi mana? Katanya kamu mau membahagiakan orang yang sudah membuat kamu bahagia, tapi kok ingkar! Katanya lagi kamu nggak akan bohong lagi, tapi kok kamu maksa hati kamu untuk ngulangin hal serupa? Ibaratnya ngeroko ya, kata temen malem saya :

"Dulu gue ngeroko cuma kalo lagi sama temen-temen doang atau nggak kalo lagi dijalan, soalnya gue ngerasa nggak enak aja kalo nggak ikutan, tapi kalo dirumah atau kerja, gue nggak pernah menggang tuh roko apalagi ngisep, tapi sekarang gue ngerasain yang namanya kecanduan, roko itu udah menjadi kebutuhan yang pada awanya cuma buat ngetren doang, gue juga pernah janji sama diri gue buat berenti ngabisin duit cuma buat ngebul, tapi gue ingkar".